Berteman dengan sepi dalam sendiri melewati mimpi
Jumpa cinta tuk tambatkan hati, kuharap pagi
Tak kunjung datang, lalui hari
Pergi!
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 November 2008
Senin, 10 November 2008
Selepas Senja
Kemarin aku merasakan kau sayang padaku.
Tadi pagi bibirmu masih berucap rindu.
Siang ini kau bilang "I love You".
Aku masih tak percaya kau begitu lugu.
Kemarin, masih kukecup keningmu.
Tadi pagi, mobilku masih menjemputmu.
Siang tadi kita masih saling bermimpi.
Mungkin ini yang namanya ilusi.
Seribu kali kata heran keluar dari mulutku.
Sejuta ragu yang ada jadi hujaman ratusan peluru.
Mana rindumu? Mana "I love You?
Selapas senja itu, kulihat kau peluk mesra supirku.
Tadi pagi bibirmu masih berucap rindu.
Siang ini kau bilang "I love You".
Aku masih tak percaya kau begitu lugu.
Kemarin, masih kukecup keningmu.
Tadi pagi, mobilku masih menjemputmu.
Siang tadi kita masih saling bermimpi.
Mungkin ini yang namanya ilusi.
Seribu kali kata heran keluar dari mulutku.
Sejuta ragu yang ada jadi hujaman ratusan peluru.
Mana rindumu? Mana "I love You?
Selapas senja itu, kulihat kau peluk mesra supirku.
Jumat, 17 Oktober 2008
Cinta
Aku ingin,
Berada di antara kedua payudaramu
Aku ingin,
Lebih dekat dari putingmu
Aku ingin,
Jadi hembusan nafasmu
Dalam,
Detik-detik nyawamu
Dalam,
Peluh ragamu
Dalam,
Tirai jiwamu
Tapi apakah aku mencintaimu?
Sungguh, apa itu cinta?
Bagiku, bagimu, mungkin tak sama
Yang kutahu, aku ada
Jakarta, 2008 Oktober
Berada di antara kedua payudaramu
Aku ingin,
Lebih dekat dari putingmu
Aku ingin,
Jadi hembusan nafasmu
Dalam,
Detik-detik nyawamu
Dalam,
Peluh ragamu
Dalam,
Tirai jiwamu
Tapi apakah aku mencintaimu?
Sungguh, apa itu cinta?
Bagiku, bagimu, mungkin tak sama
Yang kutahu, aku ada
Jakarta, 2008 Oktober
Langganan:
Postingan (Atom)

